Lahan Pembangunan 2100 Unit Rumah Eks Pengungsi Timtim Dalam Proses Pembersihan





Kupang,-Lahan untuk pembangunan 2100 unit rumah bagi pejuang eks Timor-Timur terletak di lahan eks burung unta Desa Camplong, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) kini dalam proses pembersihan.


Dengan menggunakan Puluhan alat berat, Tiga Perusahaan BUMN yakni PT Adhi Karya, Nindya Karya dan PT Brantas selama beberapa hari ini melakukan pembersihan di lokasi tersebut.


Koordinator FKPTT NTT Angelino da Costa mengatakan kegiatan pembersihan lokasi ini dilakukan setelah adanya kesepakatan antara organisasi Pejuang Eks Timor Timur atau yang lebih dikenal dengan nama Forum Koordinasi Pejuang Timor-Timur (FKPTT) NTT dengan tiga Kontraktor Pelaksana termasuk PPK dan Satker, jadi sekarang semua sudah aman dan berjalan lancar.


"Kegiatan pembersihan lokasi ini dilakukan setelah adanya kesepakatan antara organisasi Pejuang Eks Timor Timur atau yang lebih dikenal dengan nama Forum Koordinasi Pejuang Timor-Timur (FKPTT) NTT dengan tiga Kontraktor Pelaksana termasuk PPK dan Satker, jadi sekarang semua sudah aman dan berjalan lancar,” Ujar Angelino Da Costa saat ditemui di lokasi Burung unta Rabu, (12/04/2023).


Menurut Angelino sebagai Pejuang yang telah dihargai oleh Pemerintah Indonesia, FKPTT NTT selalu berada di lapangan untuk memantau sekaligus membantu proses pembangunan rumah ini, sehingga segera dimanfaatkan oleh warga lOkal dan warga Eks Timor Timur.


“Kita terus memantau dan selalu berada di lapangan untuk Bersama-sama menyukseskan kegiatan ini agar segera bermanfaat bagi warga sesuai dengan peruntukannya.”kata Mantan Ketua Komisi IV DPRD NTT ini.


Dijelaskan, setelah terjalin kerjasama, kini semua kegiatan berjalan lancar di lapangan ketiga Perusahaan yang menjadi Kontraktor Pelaksana kini tengah menyiapkan sarana pendukung seperti Pekerjaan persiapan lahan dan pembangunan kantor di lokasi.


“semua sudah bangun basecamp dan Direksi Kit untuk menjadi kantor serta tempat tinggal pekerja saat pekerjaan fisik rumah mulai dilakukan.”ujarnya.


Sementara itu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rumah Susun dan Rumah Khusus, Balai Penyediaan Perumahan Provinsi NTT Thobias Ressie saat dikonfirmasi terkait rencana Peletakan Batu Permata dimulainya proyek Pembangunan 2100 unit rumah bagi pejuang eks Timor Timur di Timor Barat mengaku, hingga kini belum ada agenda atau jadwal Groundbreaking Proyek bernilai RP. 394.099.431.532 itu.


“Sampai saat ini belum ada informasi terkait peletakan batu pertama,"ujar Thobias.



Informasi yang dihimpun media ini terdapat  puluhan alat berat tengah menggusur material yang menutupi lokasi itu seperti, kayu,rumput dan lainnya.


Setelah pembersihan lokasi akan dilanjutkan dengan penyiapan lahan untuk pekerjaan fisik ribuan rumah itu.

Artikel Pilihan

Iklan