Nasabah Pengguna Aplikasi Mobil dan Internet Banking Bank NTT Aman dan Tetap Berjalan




Kupang,– Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTT, Stefanus Donny H Heatubun,mengemukakan bahwa  Nasabah yang sudah menginstal aplikasi layanan mobile dan internet banking Bank NTT tetap aman menggunakannya. Layanan ini tetap jalan untuk nasabah yang sudah menginstal layanan ini.


Donny mengatakan layanan tersebut diantaranya, mobile banking B’Pung, tarik tunai tanpa kartu, pengajuan pinjaman, dan internet banking individu; serta layanan internet banking bisnis dan virtual account. Layanan-layanan tersebut telah diselenggarakan Bank NTT sejak 17 Juli 2021.


Donny yang baru menjabat sebagai Kepala BI Kantor Perwakilan NTT itu menjelaskan, Bank Indonesia tidak membekukan layanan mobile Bank NTT yang sudah ada.


“Membekukan itu artinya menghentikan. Tetapi di Bank NTT tidak ada soal. Kita tidak membekukan apa-apa. Nasabah bertransaksi seperti biasa,” tegas Donny.


Selain melarang penambahan user baru, Donny membenarkan Bank Indonesia memberi sanksi Rp 60 juta kepada Bank NTT. Sanksi ini ada di sistem.


“Kenapa didenda Rp. 60 juta, itu karena sistem perhitungannya ada, kami tidak bisa memberikan angka sesuai keinginan kita,” tambahnya.


Meski begitu, tambah Donny, sanksi ini lebih bersifat pembinaan. “Yang kita lakukan itu adalah semacam pembinaan. Kita tidak mau habiskan, karena di Bank NTT sebetulnya tidak ada soal, operasional jalan seperti biasa,” tandasnya


Donny  mengingatkan  Bank NTT tak boleh menambah user atau pengguna baru aplikasi B’Pung Mobile Bank NTT.


“Kita minta jangan tambah user baru dulu. Sambil menunggu izin,” kata Donny kepada wartawan,Selasa (17/01/2023).



Menurut Donny Hal tersebut merupakan salah satu sanksi yang diberikan kepada Bank NTT yang belum memperoleh persetujuan dari Bank Indonesia atas sejumlah layanan mobile dan internet banking Bank NTT.


Meski begitu, Donny Heatubun menyebut, BI tidak membekukan aplikasi B’Pung Mobile Bank NTT seperti kabar yang beredar.


Donny menambahkan sanksi ini lebih bersifat pembinaan. “Yang kita lakukan itu adalah semacam pembinaan. Kita tidak mau habiskan, karena di Bank NTT sebetulnya tidak ada soal, operasional jalan seperti biasa,” tandasnya.(Arnold

Artikel Pilihan

Iklan