"Penanganan Jalan Hepang-Sikka, Menunggu Pernyataan Bencana dari Bupati Sikka"

 



Kupang,vista-nusantara.com,--Ruas jalan Hepang - Sikka yang terputus akibat hujan lebat dan longsor pada Februari 2022 yang lalu, akan segera ditangani oleh Pemerintah Provinsi NTT. Perencanaan sudah disiapkan, namun masih menunggu pernyataan bencana Bupati Sikka.


Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi IV DPRD NTT usai Rapat Kerja dengan Dinas PUPR Provinsi NTT, Senin (07/03/2022 )sore. 


Rapat tersebut dipimpin Sekretaris Komisi IV, Bonifasius Jebarus, hadir pula Koordinator Komisi IV, Ibu  Intje Sayuna. 


"Dalam Rapat tadi, saya minta agar ruas jalan Hepang-Sikka yang terputus akibat hujan lebat dan longsor itu, segera ditangani,  sehingga mobilitas orang dan barang pun dapat kembali normal," pinta Alex.


Ketua Fraksi NasDem DPRD Provinsi NTT ini mengatakan bahwa Dinas PUPR Provinsi NTT juga telah menyatakan kesiapan mereka. Bahkan sejak awal mereka sudah melakukan koordinasi dengan membuat perhitungan anggaran yang dibutuhkan untuk penanganannya,"urainya.


Aleks menyebutkan ada dua skenario yang disiapkan Dinas. Pertama, skenario penanganan darurat, yang menurut Dinas membutuhkan anggaran sekitar Rp 250.000.000;-. Kedua, skenario pasca bencana yang harus direncanakan untuk perubahan anggaran 2022 atau Tahun Anggaran 2023,"rinci politisi Nasdem tersebut.


"Saat ini, hanya dapat dilakukan skenario pertama, dengan menggunakan anggaran dari Belanja Tak Terduga (BTT). Karena itu, dibutuhkan pernyataan bencana dari Bupati Sikka sebagai dasar pengajuan penggunaan anggaran BTT tersebut,"sebut Aleks.


"Atas penjelasan itu, Komisi IV meminta Dinas PUPR melakukan koordinasi dengan BPBD Provinsi dan Kabupaten Sikka agar selanjutnya meminta Bupati Sikka segera mengeluarkan pernyataan bencana dimaksud," kata Anggota DPRD Provinsi NTT dua periode ini.


Alex Ofong menjelaskan bahwa sebenarnya penanganan darurat ini bisa dilakukan oleh Kabupaten bersangkutan, karena terkait penanganan darurat, bisa dilakukan oleh setiap tingkatan tanpa melihat status jalan. Hanya, mungkin karena keterbatasan anggaran kabupaten, maka Pemerintah rovinsi NTT siap menanganinya sebanga bentuk tanggung jawabnya,"tutup Alek.(***)

Artikel Pilihan

Iklan