" Jadi Ikon Wisata Baru NTT, 13 Ekor Kura-Kura Leher Ular dipulangkan dari singapura ke Rote"

 





Kupang,vista-nusantara.com, - Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam BBKSDA ( NTT) Arief Mahmut  mengaku legah dan bangga  dengan dipulangkannya 13 ekor Kura- kura rote    (Chelodina mccordi) jenis leher ular yang merupakan Satwa langka dan endemik indonesia yang hanya ditemukan di pulau rote Nusa Tenggara Timur.Jenis ini menjadi salah salah satu kura- kira paling terancam punah di dunia.


Menurut Arief Kura-kura jenis ini menjadi ikon wisata baru di NTT khususnya wilayah selatan Indonesia yakni Rote Ndao,"ungkap Arief dengan bangga.


Status keterancaman kura- kura rote adalah kritis,menurut Lembaga Internasional Konservasi Alam bahkan organisasi inilah yang memperlakukan ada kemungkinan kura- kura rote sudah punah di alam.


" Sebagai Upaya pemulihan populasi kura- kura rote di alam,pemerintah indonesia melalui Dirjen  KSDAE cq Dirjen Konservasi Keanekaragaman Hayati  Spesies dan Genetik(KKHSG)Kementrian Lingkungan Hidup melakukan repatriasi atau pemulangan kembali spesies tersebut ke habitat asal.


" Upaya Repatriasi dilakukan dengan mengembalikan 13 individu kura- kura rote,enam ekor betina dan tujuh  ekor jantan dari Wildlife Reserved Singapore tiba kamis siang ,23/09/2021  di bandara Eltari Kupang menggunakan pesawat Garuda Indonesia.



Dikatakan, puluhan kura-kura leher ular yang pernah dilepasliarkan pada 2009 di Danau Peto, saat ini tidak ditemukan lagi.Kondisi tersebut yang belakangan membuat populasi kura-kura di habitatnya punah







Arif menuturkan, di Danau Peto tempat habitat asli kura-kura itu, bukan merupakan kawasan konservasi, tapi saat ini sudah ditetapkan oleh Gubernur NTT sebagai kawasan ekosistem esensial.


Kawasan ini, lanjut dia, menjadi sangat penting karena menjadi satu satunya lokasi tempat habitat asli dari kura-kura ular.


"Saya mengimbau kepada seluruh pihak untuk bersama sama mendukung upaya pelestarian kura-kura leher ular yang menjadi ikon wisata baru di NTT," pinta Arief saat ditanya oleh sejumlah awak media.




Artikel Pilihan

Iklan